KB Alami
Oleh Paulus Herry Kiswanto
Pada dasarnya KB (Keluarga Berencana) sudah dilaksanakan sebelum adanya program dari pemerintah Indonesia tahun 1970-an.
Di daerah pedesaan-pedesaan sering dilakukan oleh para dukun beranak, caranya mereka dengan mengurut tempat rahim dengan DIBALIK istilahnya, maka tidak akan terjadi kehamilan lagi. Sayangnya pembalikkan rahim itu tidak bisa dilakukan orang lain, kecuali sang dukun itu sendiri, bila yang bersangkutan ingin punya anak lagi.
Ada juga dukun beranak yang menggunakan tali pusat (plasenta) setelah sang ibu melahirkan, dengan cara membuang benih yang ada di tali pusat (plasenta) tersebut. Resikonya, tidak akan punya anak selamanya, karena benihnya sudah dibuang. HABISLAH KETURUNANNYA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar